Apa tersebut Gangguan Pendengaran Turunan

Alat Bantu Dengar – Siapa saja dapat merasakan gangguan pendengaran, tergolong bayi yang baru lahir. Meskipun terdapat sejumlah hal yang bisa memincu situasi ini, suatu studi yang dilaksanakan oleh Hearing Amerika Research Foundation mengejar bahwa selama separuh dari permasalahan hilangnya pendengaran diakibatkan oleh hal keturunan.

Di Australia, riset serupa dilaksanakan pada pasien berusia 50 tahun ke atas yang merasakan gangguan pendengaran sebab usia. Ditemukan bahwa mayoritas pasien mempunyai anggota family dengan situasi serupa. Di samping itu, pun ditemukan bahwa situasi ini lebih tidak sedikit dialami perempuan daripad pria.

Penggunaan cara klinis guna mendiagnosis gangguan pendengaran pada bayi baru bermunculan tidak lah efektif. Identifikasi situasi ini, usahakan dilaksanakan dengan mengukur respon bayi mekanisme kliking. Gangguan pendengaran pada bayi dikategorikan menjadi dua. Jika bayi kehilangan pendengarannya sesudah lahir, maka urusan itu merupakan situasi bawaan. Jika kehilangan pendengaran terjadi di tahapan umur berikutnya, maka urusan itu merupakan situasi yang diperoleh.

Tes genetik dapat menolong meyakinkan, situasi yang dirasakan pasien ialah bawaan. Dua gen yang seringkali diuji ialah GJB2 dan GJB6. Pengujian gen lain pun mungkin dilakukan, namun tergantung pada permasalahan yang sedang dihadapi.

Penyebab Gangguan Pendengaran Bawaan
Gangguan pendengaran yang berhubungan dengan situasi riwayat family ini diakibatkan oleh hal genetik. Pada permasalahan tuli kongenital sensorineural (CSD), penyebab utamanya ialah perubahan dalam gen GJB2 pada kromosom 13. Gangguan pendengaran jenis ini, terjadi sebelum bayi mengembangkan keterampilan bicara. Jika tidak segera ditangani, bisa meningkatkan bisa jadi terganggunya perkembangan berkata anak.

Di CSD, kelainan bisa terjadi di masing-masing bagian dari jalur pendengaran, tergolong saraf pendengaran yang mengantarkan sinyal mendengar ke unsur pendengaran dari otak. Kelainan di unsur pendengaran benak jarang terjadi. Jika terjadi, penderitanya dapat merasakan tuli total.

Banyak bayi yang didiagnosis dengan CSD pun mempunyai cacat bawaan pada fitur wajah atau bagian beda dari tubuh, tergolong organ-organ internal.

Pada orang dewasa, gangguan pendengaran sering sehubungan dengan usia. Namun laksana yang dilafalkan di atas, permasalahan gangguan pendengaran yang sehubungan dengan usia, pun diakibatan oleh situasi bawaan. Gangguan pendengaran yang diidentifikasi pada pasien di bawah 40 tahun dinamakan sebagai situasi awal. Sekitar 50% dari situasi awal, atau pun disebut gangguan pendengaran pra-lingual, diakibatkan oleh hal genetik.

Gejala Utama Gangguan Pendengaran Bawaan
Pasien gangguan pendengaran dengan riwayat keluarga seringkali menampilkan fenomena di samping tuli. Seperti diterangkan di atas, bayi didiagnosis dengan CSD seringkali hadir dengan kelainan beda juga. Kelainan bertolak belakang sesuai dengan jenis (sindrom) gangguan pendengaran.

Mereka yang sudah didiagnosis dengan sindrom Usher seringkali mengalami kebutaan progresif. Sementara, mereka dengan sindrom Alport seringkali mempunyai masalah ginjal. Sindrom Pendred seringkali disertai dengan pembesaran tiroid, dan orang-orang dengan sindrom Stickler seringkali mempunyai kelainan pada wajah mereka, [arthritis]  dan pun masalah pengelihatan.

Ketika mendiagnosis gangguan pendengaran yang diakibatkan oleh hal genetik, urgen untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah sehingga format terbaik penyembuhan dapat diberikan.

Dalam mengecek gangguan pendengaran karena hal genetik, akar masalah butuh diidentifikasi dengan lengkap, melewati serangkaian pemeriksaan. Seperti pengecekan fisik, uji klinis, penilaian riwayat medis keluarga, dan tes genetik. Tes tidak melulu membantu menilai perawatan terbaik, tetapi pun akan memprediksi bisa jadi pasien menurunkan situasi ini pada anak-cucunya.

Siapa yang Perlu Ditemui & Jenis Pengobatan Tersedia
Dokter keluarga seringkali yang mengerjakan diagnosis mula pada masalah kehilangan pendengaran. Kemudian, pasien bakal dirujuk ke dokter spesialis atau dokter [THT] (/id/info/specialty/dokter-tht) yang akan mengerjakan tes tambahan. Jika pasien gagal melalui tes ini, spesialis bakal dirujuk untuk audiolog yang akan mengerjakan tes lagi guna mengidentifikasi jenis dan tingkat keparahan masalah ini.

Spesialis lainnya laksana kardiolog, dokter mata, dan berpengalaman genetika klinis barangkali diperlukan. Sebab, tidak sedikit gangguan pendengaran bawaan, pun menampilkan kelainan pada anggota tubuh lainnya.

Ada pelbagai metode penyembuhan yang bisa dilakukan. Misalnya, pemakaian perangkat amplikasi laksana alat tolong dengar. Dokter pun mungkin bakal meresepkan obat. Namun, banyak sekali obat hanya bermanfaat sebagai suplemen. Penggunaan suplemen belum terbukti efektif, sampai-sampai metode penyembuhan ini belum diterima secara luas oleh komunitas medis.

Jika semuanya gagal, dokter barangkali memilih untuk mengerjakan operasi. Tapi, formalitas bedah yang dipilih tergantung pada penyebab masalah. Misalnya, pasien merasakan gangguan pendengaran konduktif maka salah satu formalitas yang sesuai ialah operasi stapedektomi. Di mana beberapa tulang sanggurdi bakal diangkat, lantas perangkat prostetik bakal ditanamkan. Ini dilaksanakan dengan teknologi laser, sampai-sampai lebih efektif dengan efek samping lebih sedikit.

Leave a Comment

Item added to cart.
0 items - £0.00