pengetahuan

tahapan pembuatan aspal

1. Tanah asli/subgrade adalah tanah eksisting yang ada di lokasi proyek. Tanah dasar ini pun harus memiliki spesifikasi mutu. Biasanya CBR min 6%. Apabila hasil pengujian tanah dasar mencapai 6% menggunakan DCP maka sudah layak untuk ditimbun.

2. Selected embankment adalah tanah timbunan dengan material pilihan seperti bebatuan lunak. FYI. Penggunaan selected ini belum tentu digunakan. Ada yang ditimbun dengan common embankment atau tanah timbunan biasa. Jadi semua tergantung perencanaan.

3. LPB (Lapis pondasi bawah) adalah lapisan struktur yang menggunakan aggregate kelas B. Aggregate kelas B adalah campuran gradasi material batu pecah dengan sirtu atau selected. Batu pecah tersebut terdiri dari beberapa fraksi ukuran yang berbeda. Diperlukan sebuah Job Mix Formula untuk mendapatkan mutu yang diinginkan sesuai dengan mutu kelas B. Syarat minimal CBR pada LPB adalah 60%. Apabila CBR sudah memenuhi 60% dengan cara tes sandcone di lapangan maka bisa dilanjutkan dengan lapisan struktur selanjutnya jasa pengaspalan jalan jakarta

4. LPA (Lapis pondasi atas) adalah lapisan struktur pondasi yang berhubungan langsung dengan aspal karena tepat di bawah aspal. Struktur ini menggunakan aggregat kelas A yang tersusun campuran material batu pecah dengan abu batu yang diatur sedemikian rupa sehingga bisa dikatakan sebagai kelas A. Batu pecah yang digunakan terdiri dari beberapa fraksi ukuran yang berbeda. Pembuatan aggregat A harus menggunakan Job Mix Formula yang disetujui oleh konsultan. Syarat minimal CBR untuk LPA adalah 90%. Pengujian yang dilakukan adalah sandcone.

5. AC-BC (Asphalt concrete Binder Coarse) adalah beton aspal yang terletak tepat di atas LPA. Campuran beton aspal ini terdiri dari beberapa fraksi aggregat batu pecah dengan ukuran yang berbeda, abu batu dan kadar aspal tertentu. Yang membedakan dengan AC-WC adalah ukuran fraksi aggregat dan kadar aspal pada AC-BC yang lebih rendah.

6. AC-WC (Asphalt concrete Wearing Coarse) adalah beton aspal yang terletak paling atas dan menerima beban langsung kendaraan dan menentukan nyaman tidaknya. Campuran beton aspal ini hampir sama dengan AC-BC hanya berbeda di ukuran fraksi aggregat. Kadar aspal pada AC-WC biasanya lebih tinggi karena lapis permukaan jalan harus kedap dengan air.
Bahu jalan atau dikenal dengan nama shoulder ini mempunyai fungsi sebagai pengaku perkerasan aspal pada badan jalan agar aspal tidak mudah rusak. Bahu jalan tidak langsung mendapatkan beban lalu lintas kecuali dalam keadaan darurat. Sehingga susunan struktur bahu jalan tidak seperti pada badan jalan.

Kerajaan Aspal

Kantor Office 0215541900
Telkomsel 081218178787 ( Telp / SMS / WhatsApp )
XL 0817591900 ( Telp / SMS / WhatsApp )

Email :
[email protected]

Leave a Comment

Item added to cart.
0 items - £0.00